Reses di Caringin, Ravindra Airlangga Serap Aspirasi Warga soal Obat TBC dan ODGJ

Nasional 01 May 2026 09:24 2 min read 89 views By Wahyu

Share berita ini

Reses di Caringin, Ravindra Airlangga Serap Aspirasi Warga soal Obat TBC dan ODGJ
Bogor, amunisicyber.my.id – Kegiatan reses anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga, di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor,...

Bogor, amunisicyber.my.id – Kegiatan reses anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga, di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, khususnya di bidang kesehatan. Kegiatan diawali dengan program cek kesehatan gratis yang melibatkan tim puskesmas setempat, kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog bersama warga.

 

Dalam forum tersebut, masyarakat menyoroti kebutuhan mendesak terkait ketersediaan obat bagi penderita tuberkulosis (TBC) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Pengadaan obat TBC dan untuk ODGJ ini sangat kami butuhkan. Jangan sampai pasien tidak tertangani hanya karena obat tidak tersedia,” ungkap salah satu warga.

 

Selain itu, warga juga mengusulkan peningkatan kapasitas puskesmas di wilayah Caringin, terutama dari sisi kelengkapan peralatan medis. Mereka berharap penanganan TBC dapat dilakukan di tingkat puskesmas tanpa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar wilayah.

 

Hendi, salah satu warga, secara langsung meminta Ravindra untuk memperjuangkan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Kami berharap Pak Ravindra bisa mengusulkan ke Kementerian Kesehatan agar ada puskesmas dengan fasilitas lengkap di sini, sekaligus memastikan obat-obatan penting tersedia, khususnya untuk TBC,” ujarnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Ravindra menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk dengan Wakil Menteri Kesehatan, guna mendorong peningkatan fasilitas kesehatan di daerah. Ia mengungkapkan, usulan penambahan peralatan puskesmas seperti Tes Cepat Molekuler (TCM), ketersediaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT), hingga regimen obat untuk TB Resisten Obat (TB RO) telah disampaikan.

 

“Mengingat ada sekitar 28.000 kasus TBC di Kabupaten Bogor, kami terus mendorong agar puskesmas dilengkapi dengan kapasitas diagnostik yang memadai serta dukungan obat-obatan yang lengkap,” kata Ravindra.

 

Menurutnya, penguatan fasilitas puskesmas sangat penting agar dapat berfungsi sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak selalu bergantung pada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut.

 

Kegiatan reses ini mendapat perhatian besar dari warga. Mereka berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti dan direalisasikan, mengingat ketersediaan obat dan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat. (Wahyu) 

AmunisiCyber
Chat with us on WhatsApp