Pemdes Caringin Gandeng UNPAK, Genjot Digitalisasi Aset Desa dan UMKM
Bogor, amunisicyber.my.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Caringin berkolaborasi dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan (UNPAK) menunjukkan percepatan signifikan dalam pembenahan tata kelola serta pengembangan ekonomi lokal. Melalui rangkaian pelatihan intensif sepanjang Februari hingga Maret 2026, desa ini mulai menyiapkan database aset digital sekaligus mendorong pelaku UMKM dan IKM masuk ke era digital.
Dosen UNPAK, Eka Patra, SE, menjelaskan hasil identifikasi awal menunjukkan Desa Caringin memiliki potensi aset besar, mulai dari gedung pertemuan, lapangan olahraga, PAM desa hingga kandang ayam. Namun, potensi tersebut belum tergarap maksimal akibat sejumlah kendala mendasar.
“Masalah utamanya ada tiga, yakni data aset desa yang belum tertata, administrasi keuangan yang belum sepenuhnya digital, serta kesulitan UMKM dan IKM dalam memasarkan produk,” ujarnya.
Pembenahan Aset Desa Mulai Terstruktur Pelatihan tata kelola aset desa digelar pada 6 Februari 2026 dan diikuti lima perangkat desa. Sebelum pelatihan, administrasi aset dinilai masih semrawut, dokumen bercampur, dan belum memiliki database digital terintegrasi.
“Sering juga terjadi kehilangan data saat pergantian perangkat desa,” ungkap Eka.
Pasca pelatihan, kemampuan administrasi dan kearsipan meningkat hingga 90 persen. Perangkat desa kini mulai menyusun database aset digital sebagai langkah awal menuju tata kelola yang lebih profesional. Eka juga menekankan pentingnya penggunaan dokumen resmi dalam administrasi pemerintahan.
Menurutnya, komunikasi melalui pesan instan seperti WhatsApp tidak dapat menggantikan surat resmi karena tidak memiliki nomor surat dan disposisi yang sah.
“Ini berisiko menjadi temuan audit oleh Inspektorat maupun BPK,” tegasnya.
Pengelolaan Keuangan Lebih Akuntabel Pelatihan kedua dilaksanakan pada 2 Maret 2026 dengan fokus pada tata kelola keuangan desa, diikuti tujuh perangkat desa. Hasilnya, pemahaman peserta meningkat dari 57 persen menjadi hampir 86 persen. Materi yang dinilai paling berdampak meliputi asas pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, serta tahapan pengelolaan anggaran.
“Perangkat desa kini lebih percaya diri dan memahami pentingnya pencegahan korupsi sejak dini,” kata Eka.
Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan ini juga tinggi, dengan skor 4,6 dari 5,0 atau masuk kategori sangat baik. UMKM Caringin Siap Go Digital Pelatihan ketiga pada 10 Maret 2026 menjadi sesi paling diminati. Sebanyak 13 pelaku UMKM dan IKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner hingga kerajinan, turut serta. Materi mencakup perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pemisahan keuangan pribadi dan usaha, strategi pemasaran digital melalui WhatsApp Business dan media sosial, hingga pentingnya legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikat halal.
Hasilnya, pemahaman manajemen keuangan meningkat sebesar 10,27 persen, sementara pemahaman kolaborasi dengan aparatur desa meningkat 11,55 persen.
“Saya baru sadar selama ini harga jual dihitung kira-kira saja. Sekarang saya tahu cara hitung HPP yang benar,” ujar Ibu Siti, salah satu pelaku UMKM.
Dampak Nyata bagi Desa Kaur Umum Desa Caringin, Tatang, menyebut pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mengubah cara pandang perangkat desa dan pelaku usaha.
“Selama ini arsip hanya disimpan di HP, ternyata itu tidak cukup. Ke depan kami akan benahi seluruh dokumen aset desa,” ujarnya.
Dengan adanya program ini, Desa Caringin mulai menyusun database aset digital guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Sistem keuangan desa pun semakin tertata sesuai regulasi.
Di sisi lain, pelaku UMKM dan IKM kini lebih siap menghadapi persaingan di era digital, dengan pemahaman pemasaran modern serta legalitas usaha yang lebih baik. Pemdes Caringin berharap program pendampingan serupa dapat terus berlanjut.
“UMKM dan IKM kami kini siap go digital. Desa Caringin juga semakin siap menghadapi era digital dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan profesional,” pungkasnya. (Wahyu)
Related Articles